Header Ads

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Jual Martabak di Timor Leste Pria Ini Untung Besar Tiap Harinya

Subeki penjual martabak asal banyumas
Subeki asal banyumas yang sukses menjual martabak di Timor Leste | Foto : boombastis.com
Plinplan.net - Siapa sih tidak suka dengan makanan satu ini. Martabak, memang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Mulai martabak manis hingga asin menjadi pilihan dengan rasa yang emmmm nyummi. Bahkan, ada beberapa pengusaha kuliner yang berinovasi untuk bisa membuat martabak dengan kreasi yang unik dan cenderung aneh untuk menambah variasi bentuk dan rasa martabak.

Nah, jika di Indonesia itu memang sudah biasa guys. Tetapi, jika martabak di jual di luar negeri bagaimana ya? 

Subeki Merintis Jualan Martabak di Timor Leste


Dialah Subeki, penjual martabak asal banyuwangi yang pindah ke Timor Leste sejak tahun 2002. Subeki memang memiliki keahlian dalam memasak dan meracik bumbu-bumbu untuk disajikan dalam bentuk masakan. Apalagi pengalaman Subeki yang pernah bekerja di Bali sebagai Koki.
Martabak Manis
Ilustrasi martabak manis | Source : BERITAINFO.WEB.ID
So, sudah dipastikan nih sob bahwa Subeki memang ahli dalam bidangnya kuliner. Suatu ketika Subeki diajak oleh seorang temannya untuk mencari rezeki ke Timor Leste. Negara tetangga yang mungkin Subeki sendiri belum pernah terfikirkan sebelumya. 

Di Timor Leste Subeki bekerja sebagai karyawan alias masih ikut dengan orang sana. Hingga Subeki memberanikan diri untuk bisa membuka usahanya sendiri. Pilihan usahanya adalah Martabak sob. Karena Subeki sendiri memang dikenal piawai dalam membuat martabak ketika dia berada di daerah asalnya Banyuwangi. 

Subeki membuka tempat usaha jualan martabak yang dinamakan Martabak Super Lanches yang dibuka di daerah Luru Mata, Dili, Tomor Leste. Subeki mengaku bahwa tidak begitu sulit menjual martabak karena selera makanan warga Timor Leste tidak jauh berbeda dengan orang Indonesia. Pasalnya sejarah membuktikan Timor Leste pernah bergabung di Indonesia selama 25 tahun. 

Warung yang dibuka oleh Subeki ternyata tidak menjual Martabak saja. Selain Martabak Subeki juga menjual penganan lainnya berupa lalapan dan sate yang memang khas makanan Jawa. Lalu kira kira berapa ya keuntungan yang diraup Subeki dalam berjualan Martabak di Negeri Timor Leste?

Keuntungan Subeki Mencapai 400 dollar per hari


Nah, bagi yang berfikiran keuntungan berjualan marabak di Tomor Leste itu kecil, kayaknya harus segera ditarik pernyataan itu. Kenapa ? Karena ternyata pendapatan Subeki dalam perhari bisa mencapai 400 dollar Timor Leste atau setara dengan Rp 5,3 Juta. WIHHHHHH... Itu keuntungan perhari loh ya sobat planner.

Martabak yang dijual oleh Subeki dihargai 8 dollar atau Rp 100.000 untuk perporsinya. Untuk martabak rasa durian Medan bisa dihargai hingga 12 dollar atau Rp 150.000. Wah, keren juga yah harganya pakai dollar.

Itu sebabnya keuntungan yang didapat oleh Subeki bisa sangat menggiurkan. Sepertinya Timor Leste memang layak dijadikan tujuan usaha kuliner untuk kita yah. Mungkin kesempatan untuk berbisnis di Timor Leste masih dibuka lebar oleh Pemerintah demi upaya menujang pertumbuhan ekonomi Negara tersebut.

So, bagaimana menurut sobat planner ? Ada yang berminat mengikuti jejak Abang Subeki dari banyumas ini?

/Fajar Umarsandi
Sumber : boombasits.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.