Header Ads

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Ingin Nangis Rasanya Melihat Perjuangan Bapak Ini

Bapak membeli smartphone dengan uang receh
Bapak membeli smartphone dengan uang receh
Plinplan.net - Beberapa waktu sempat viral juga tentang perjuangan seorang Ayah yang rela membelikan anak smartphone Android meskipun dengan segala keterbatasan. Diketahui, postingan pertama kemungkinan berasal dari Plat Karat Loneraider di akun facebook miliknya. Ia memposting sebuah kejadian laur biasa yang bikin kita harus kembali melihat orang tua kita.

Diketahui, ada seorang ayah yang sudah cukup renta dengan kulit keriput mendatangi sebuah toko handphone. Ia ingin membeli sebuah smartphone untuk anaknya yang ternyata meminta untuk dibelikan ponsel pintar tersebut. Anak tersebut tidak akan pergi kesekolah jika tidak dibelikan Smartphone. Sungguh tega, dimana orang tua yang sangat bekerja keras untuk bisa menghidupi kebutuhan sehari-hari namun sebagai anak tidak mau peduli akan hal itu.

Bapak ini kemudian membeli sebuah smartphone di toko tersebut, yang membuat hati terenyuh adalah saat bapak ini membayar dengan uang Rp 2000an yang cukup banyak. Entah berapa lama sang bapak mengumpulkan uang untuk dapat membeli Smartphone, atau mungkin justru bapak ini memiliki niat lain dengan uang yang ia miliki sampai pada waktunya sang anak merengek minta dibelikan Smartphone.

“Jalan Kaki Jauh, Belikan Anak HP Android Pakai Recehan Rp 2000, Anak Tak Mau Sekolah, Jika Tak Dibelikan HP Android. Rasanya nyesek banget, pengen nangis lihatnya, Bapak ini rela jalan jauh hanya untuk beli HP Android buat anaknya. Apalagi pas ngeluarin uang pecahan Rp 2000-an di dalam kantong plastik, ehh malah bikin kaget,” tulis Loneraider dalam postingannya itu.

Tidak diketahui berapa usia sang anak. Dari sudut pandang lain mungkin anak tak memahami kondisi sang ayah. Tapi, kita sebagai orang yang melihatnya tentu memiliki pendapat yang berbeda. Sangat disayangkan sekali jika ada seorang anak yang seperti ini. 

Memang smartphone menjadi salah satu kebutuhan yang kini seakan-akan wajib dimiliki manusia. Tapi tentu saja cara untuk memilikinya tidak harus seperti ini apalagi dengan memberatkan orang tua kita. 

Dari kisah ini, kita bisa kembali berkaca pada kehidupan kita sendiri. Bagaimana sikap kita kepada orang tua kita. Yuk kita hormati, hargai dan bahagiakan kedua orang tua kita.

/Fu

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.