Header Ads

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Terima Kasih Kedai Marka Jalan Atas Inspirasi Hebat Bersama Kopi Nikmat Yang Kau Tawarkan

Kedai Marka Jalan
Ngopi di Kedai Marka Jalan
"Aduh, sirahku myumet ki bro" kata saya (Sandi).

"Lah kenopo to?" tanya Eko.

"Wes, akeh kerjaan pol neng kantor bro" jawab saya.

"Ealah, yo wes ngopi sek yoh ben gak stress" kata Eko.

"Nengdi yo bro seng enak karo iso wifian lah" tanya saya.

"Ning Kedai Marka Jalan ae, piye?" tanya Eko.

"OKE BRO!, berangkat!" teriak saya.

Kami berdua pun bergegas menuju kedai yang sudah menjadi pilihan kami tadi. Menggunakan sepeda motor saya dan Eko berboncengan dari rumah Eko menggunakan sepeda motor milik saya. Kurang lebih 15 menit akhirnya kita berdua pun sampai di tempat tujuan, Kedai Marka Jalan

Memang sih tempatnya tidak seperti kedai mahal dengan desain yang kece beud atau mewah abis, yang penting bagi kami bisa melepaskan stress dengan minum kopi sembari mengobrol dan sesekali membaca berita online menggunakan fasilitas wifi yang tersedia. 

"Enak yah, ada kedai kopi murah namun dilengkapi dengan wifi" gumam saya. 

Tampilan Kedai Marka Jalan
Tampilan Kedai Marka Jalan 
Jujur saja saya sangat membutuhkan koneksi stabil untuk update beberapa media sosial dan juga hal-hal lain yang berhubungan dengan pekerjaan saya. Maklum saja saya tinggal di sebuah desa dengan masalah utama pada jaringan telekomunikasinya yang dikenal susah sinyal. Kalaupun ada operator yang mampu, pastilah harus berani membayar mahal untuk itu semua. Dengan alasan itulah saya memilih tempat ini untuk menghabiskan waktu santai saya bersama sahabat saya.

"Mas kopi ireng siji karo kopi susu siji" teriak Eko. Maklum saja sudah jadi kebiasaan kita tentang menu pesanan yang hampir selalu sama. Eko yang suka dengan kopi hitam dan saya yang suka dengan kopi susu. Apapun itu tidak menjadi masalah ketika sudah berada di tempat yang sama. Sambil menunggu pesanan, kita mengobrol kesana-kemari membahas apapun yang bisa menjadi materi yang asyik untuk diperbincangkan. 

Asyiknya di sini adalah, karena memang merupakan kedai yang menyajikan menu yang murah meriah, maka akan ada banyak pengunjung yang datang ke kedai ini. Dan yang pasti semuanya adalah orang-orang yang memang mudah diajak ngobrol. Berangkat hanya berdua, kini di kedai menjadi beramai-ramai. Materi pembicaraan yang tadinya sempit, kini menjadi meluas. Selain menambah relasi, tentu akan bertambah pula wawasan dari apa yang kita obrolin sembari meminum secangkir kopi.

Dalam sebuah film pernah menceritakan tentang filosofi kopi yang salah satu isinya menyebutkan "dari obrolan ringan dengan secangkir kopi bisa muncul sebuah ide besar." Hal itu ternyata bukanlah isapan jempol belaka. Pembahasan yang sangat luas terkadang muncul benih-benih ide brilian di dalamnya. Itu yang bisa kita jadikan inspirasi untuk kedepannya. 

Selain itu, dari kedai kopi ini kita bisa bersosialisasi dengan segala macam manusia dari berbagai latar belakang. Seperti pengusaha, karyawan swasta, pegawai negeri, petani, bahkan mahasiswa juga bisa saling berbaur tanpa mengenal umur.

"Bro balik yok, wes mbengi..." kata Eko.

"Yo wes, sak kabeane aku mulih disik yo, matur suwun..." ungkap saya.

Kami pun kembali ke rumah Eko dengan sepeda motor. Waktu sudah menunjukkan pukul 23:00 wib. Memang tidak terasa jika sudah asyik berbincang dengan teman-teman tadi. Saya pun bergegas untuk pulang ke rumah untuk beristirahat.

Sesampainya di rumah, saya pun membersihkan diri dan kemudian menjalankan kewajiban saya kepada Allah SWT. Setelah itu, saya pun merebahkan diri di tempat tidur, menyilangkan tangan di belakang kepala sembari menatap langit-langit. Teringat beberapa obrolan saat berada di kedai tadi. Tentang membuka usaha, memiliki kedai kopi sendiri dan mengelolanya sendiri. 

"Mungkin itu ide yang bagus, ketimbang saya bekerja ikut dengan orang terus menerus," gumam saya dalam pikiran saya. 

Saya pun membayangkan memiliki kedai sendiri, dengan sebuah konsep sederhana dan tentu menu yang murah meriah. Tidak ketinggalan layanan wifi untuk menambah betah pengunjung yang datang ke kedai saya nantinya. 

Khayalan saya mulai melambung tinggi bersamaan dengan mata yang mulai sayu karena diterpa rasa ngantuk. Tak lama kemudian saya pun tertidur pulas dengan membawa serta kedai impian saya. 

"tet tet, tet tet, tet tet..." suara alarm dari smartphone milik saya berbunyi keras.

Saya pun terbangun dan segera mematikan alarm di smarphone saya tadi. Dan sudah bisa ditebak waktu menunjukkan pukul 05.00. Seperti biasa saya pun menjalakan kewajiban saya kepada Allah SWT. Setelah itu, seperti biasanya hal yang saya lakukan selanjutnya ada membuat kopi susu kesukaan saya. 

Sembari menyeruput kopi susu panas saya kembali terfikirkan akan kedai impian saya. Bagaimana caranya saya mewujudkannya, sedangkan uang saya pas-pasan. Maklum, saya sangat boros dan sangat buruk dalam mengatur keuangan. Saya pun mengambil smartphone saya dan mulai membuka beberapa situs untuk mencari literatur bagaiman mewujudkan kedai impian saya.

Yapz, sudah pasti jawabannya adalah menabung. Kemudian, bagaimana saya bisa menabung dan konsisten bisa mendapatkan modal yang saya butuhkan. Kembali lagi saya harus mencari di internet untuk jawaban yang lebih jelas. Saya pun menemukan sebuah simulasi yang mampu saya coba dan saya lihat hasilnya hanya dalam beberapa klik saja. 

Adalah layanan simulasi dari bank BTPN yang dapat diakses melalui link http://menabunguntukmemberdayakan.com. Tentu saja, tanpa basa-basi saya pun mencoba layanan ini. 

PERTAMA

Simulasi BTPN
Simulasi BTPN
Memulai Simulasi BTPN
Memulai Simulasi BTPN - Isi lengkap form yang ada pada laman tersebut
Saya memulai dengan registrasi bisa melalui facebook atau secara manual. Di sini saya memilih yang manual dengan mengisi beberapa form yang ada. Nama, email dan bidang yang akan diberdayakan nantinya. 

KEDUA

Simulasi BTPN
Menentukan besaran uang yang akan ditabung dan berapa lama anda menabung
Setelah saya mengisinya sesuai keinginan saya maka kita akan dibawa ke laman selanjutnya. Di sini kita akan mulai menentukan berapa rupiah uang yang akan ditabung dan berapa lama kita akan menabung. Tinggal geser-geser saja seperti yang ada pada gambar.

KETIGA

Simulasi BTPN
Hasil simulasi yang disertai dengan penjelasannya juga contoh pengusaha yang berhasil
Setelah itu, kita lihat hasil simulasinya. Maka kita akan diantarkan menuju lama selanjutnya yang merupakan hasil simulasi dari apa yang sudah kita rencanakan sebelumnya. Di laman ini akan dijelaskan berapa hasil yang akan kita dapatkan setelah lama kita menabung secara konsisten. Bahkan, di situ juga ada contoh atau orang yang bisa kita ikuti jejak kesuksesannya.

Bagi saya, ini sangat mudah dan sangat membantu untuk mengembangkan kedai impian saya. Kini saya bisa mewujudkan rencana saya yang sudah benar-benar matang. Berkat http://menabunguntukmemberdayakan.com saya bisa menemukan bagaimana cara merealisasikan impian saya.

Sedikit demi sedikit saya mulai menabung sesuai rencana yang ada. Dan saya berharap jika tiba saatnya, saya bisa berdiri di atas kedai kopi milik saya sendiri.

Saya sangat berterima kasih pada Kedai Marka Jalan yang merupakan Mass Market namun telah memberikan saya sebuah inspirasi, ide dan motivasi untuk suatu hal yang baru. Obrolan yang tadinya hanya seperti basa-basi kini menjadi sangat berisi dan menjadi alasan yang kuat untuk menghadapi masa depan dengan usaha yang dimiliki sendiri.

Saya rasa Mass Market seperti ini perlu diberdayakan. Selain harga yang memang terjangkau, masyarakat perlu tempat yang nyaman nan terjangkau untuk mendapatkan ide-ide brilian lainnya. Tak melulu dari kedai kopi, jenis Mass Market lainnya bisa menjadi pilihan alternatif untuk menghasilkan ide lain yang tak kalah bagus. 

Selain itu, pertumbuhan Mass Market jenis apapun perlu di jaga. Ada banyak masyarakat yang berkeinginan untuk membuka sebuah usaha namun terkendala biaya. Dan kebanyakan dari mereka tidak ingin berhutang karena bunga yang menurut mereka tidak sesuai. Dengan http://menabunguntukmemberdayakan.com, setidaknya masyarakat bisa memilih alternatif lain untuk mendapatkan biaya tanpa resiko dan menentukan sendiri hasil seperti apa yang mereka inginkan.

Itulah sekilas cerita saya tentang rasa terima kasih saya pada Mass Market yang ada di sekitar saya. Banyak hal yang sudah membuka pikiran saya dan memberikan banyak isnpirasi bagi saya. Semoga apa yang saya harapkan bisa segera terwujud. Amin. Terima kasih Mass Market.


Fajar Umarsandi


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.