Header Ads

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Ibu Paruh Baya Penjaga Parkir Ini Harus Menggadaikan Motornya Untuk Mengganti Motor Yang Hilang

Ibu Ilah
Ibu Ilah
Plinplan.net - Sebaiknya sobat planner jangan sekali-kali merendahkan juru parkir. Pekerjaan yang terlihat biasa-biasa saja ternyata butuh tanggung jawab yang besar. Cerita Ibu ini akan menginspirasi kita bahwa tanggung jawab harus benar-benar dipegang teguh.

"Ilah" merupakan salah satu petugas parkir yang ada di sebuah Pasar Lagi Kotagedhe. Umur yang sudah mulai menua tak pernah menyurutkan niatnya untuk bekerja. Ia tekun  meski badannya tak seperti dahulu. Ilah selalu bersemangat menata motor-motor yang sedang diparkir pengunjung serta menjaganya dari kehilangan. 

Profesi yang biasanya dikerjakan oleh pria ini mampu ia jalankan tanpa pernah berputus asa. Ilah pun pernah mengalami hal yang cukup menyedihkan dalam pekerjaannya ini, ketika harus mengganti sepeda motor pelanggan parkir yang hilang.

Cerita ini berawal ketika ada pengendara motor berboncengan bersama rekannya datang dan berniat memarkirkan kendarannya di tempat Ilah berjaga. Pengendara masuk ke Pasar sendiri dan rekannya menunggu di luar. Namun, saat itu Ilah merasa dihipnotis ketika rekannya yang dibonceng membawa motor itu. Saat si pengendara tadi kembali dari Pasar, ia tak menemukan motornya di tempat parkir. Akhirnya Ilah pun diperkarakan karena hal tersebut.

Sepertinya rekan dan pengendaranya itu memang sengaja bekerja sama untuk mengelabui Ilah. Ilah sadar betul jika motor tersebut dibawa rekannya. Namun, ia seperti tak bisa melakukan apa apa. 

Karena tak ada bukti yang cukup, Ilah diwajibkan mengganti motor tersebut. Tetapi, Ilah hanya menyanggupi Rp 2,5 juta saat itu. Yang akhirnya ia pun menggadaikan sepeda motornya untuk menebus ganti rugi tersebut.

Ilah beruntuk, teman-teman sesama juru parkir Kotagedhe rela membantunya untuk membayar ganti rugi tersebut sebesar Rp 1,5 juta. Akhirnya Ilah hanya membayar sebesar Rp 1 juta saja yang kemudian sisanya untuk kebutuhan sehari-hari seperti yang dikutip dari brilio.net

Perlu kita contoh sobat planner, rasa kekeluargaan ke sesama, tanggung jawab terhadap pekerjaan dan selalu menghadapi dengan ketegaran. Itu semua kini sudah mulai pudar oleh rasa ketidakpedulian dan acuh kepada sesama. 

(FU)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.