Header Ads

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Perempuan Indonesia "MATRE" Kata Peneliti Singapura

Ilustrasi Cewek Matre
Ilustrasi Cewek Matre
Plinplan.net - Dari judul si writer kira-kira ada yang merasa tersinggungkah ? Eits ini hanya sharing saja. Mengapa mereka bisa mengambil kesimpulan seperti itu ? Dari manakah sumbernya sehingga mereka bisa bilang Perempuan Indonesia Matre ?

Ternyata mereka mengambil data dari situs biro jodoh profesional di Singapura, Launch Actually. Perusahan tersebut menunjukkan bahwa Perempuan di Indonesia matre.

Alasannya adalah perempuan di Indonesia mencari dan memilih pasangan hidup yang memiliki karir gemilang dan kehidupan yang sudah mapan dan sangat berbeda dengan beberapa negara lain. Negara lain lebih memilih pria yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Jadi status bagaimanapun asal pria memiliki percaya diri maka semua akan bisa diraih.

Launch Actually melakukan penelitian terhadap 1.658 responden dengan komposisi 49,01 % adalah perempuan dan 50,99 % adalah pria dari 4 negara diantaranya, Singapura, Malaysia, Hongkong dan Indonesia. Pendidikan responden 74,08 % ada Sarjana ke atas.

Hasil riset dari Launch Actually untuk Pria adalah sebagai berikut :

  1. Pria akan tertarik pada wanita dari faktor kecantikannya sebesar 44,7%
  2. Daya tarik Fisik sebesar 36,2%
  3. Humoris atau baik sebesar 31%
Untuk Pria tidak ada perbedaan yang signifikan antara 4 negara tersebut.

Hasil riset dari Launch Actually untuk Wanita Indonesia seperti yang dikatakan Violet Lim (CEO Launch Actually) adalah sebagai berikut :
  1. Wanita Indonesia tertarik kepada Pria yang memiliki Karir Gemilang
  2. Wanita Indonesia juga tertarik kepada Pria yang sudah MAPAN
Namun, perempuan Indonesia juga memiliki tingkat keraguan terhadap pasangan yang cukup tinggi yaitu sebesar 43,90% dibandingkan Pria sebesar 39,72%. Perempuan masih beranggapan bahwa perempuan tidak seagresif perempuan dari negara lain dalam mengejar jodoh, seperti yang dikutip dari Liputan6.com.

Keraguan ini ditimbulkan diantaranya disebabkan oleh kriteria atau standar yang tinggi dalam memilih pasangan, padahal pria yang memenuhi standart yang diinginkan mungkin terbatas dan tidak semuanya. 

Bagaimana dengan sobat planner ? Apakah setuju dengan hasil penelitian tersebut ? Atau ada yang memiliki pendapat lain ? Monggo. 


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.