Header Ads

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Kenapa Produk Xiaomi Bisa Murah?



Xiaomi

Munculnya Xiaomi sebagai rising star di dua tahun terakhir telah menyita perhatian pelaku industri. Dengan produk berkualitas berharga murah, Xiaomi menjelma menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan di industri smartphone. Lantas, kenapa produk Xiaomi bisa sangat murah?

Kehadiran smartphone Xiaomi telah membuat sejumlah pabrikan ponsel global, seperti Samsung dan Apple, ketar-ketir. Bagaimana tidak, kue pasar yang selama ini mereka nikmati semakin tergerus ‘digerogoti’ oleh Xiaomi.


Para penikmat gadget, khususnya smartphone, tentu saja sudah cukup familiar nama-nama seperti Mi2, Mi2s, Redmi 1, Redmi Note, dll. Beberapa produk Xiaomi tersebut berhasil menggebrak pasar Tiongkok dan bahkan juga di sejumlah negara lainnya.

Sama seperti produk smartphone buatan Tiongkok lainnya yang menawarkan ‘harga miring’, Xiaomi pun menjual produk-produknya dengan harga yang ramah kantong. Namun, meski berharga murah, namun smartphone besutan Xiaomi menawarkan spesifikasi kelas premium.

Hal inilah yang membuat para pesaingnya geleng-geleng kepala dengan strategi bisnis yang dijalankan Xiaomi. Bahkan petinggi Apple, Samsung dan juga Lenovo mengatakan sebagai hal yang tidak logis.

Mungkin Anda pun penasaran dengan stretegi bisnis yang dijalankan Xiaomi bukan. Nah, untuk menjawab rasa penasaran berbagai pihak, VP Xiaomi Hugo Barra akhirnya mengungkap bagaimana perusahaannya bisa menjalankan bisnis smartphone dengan margin keuntungan yang sangat kecil.

Dikutip  dari PhoneArena, Selasa (20/1/2015), strategi pertama yang dijalankan Xiaomi adalah menjalankan semua aktifitas bisnisnya lewat platform online. Dengan menggunakan cara ini, Xiaomi tidak perlu banyak mengeluarkan biaya untuk membayar staff operasional di gudang, dan juga tidak dipusingkan dengan fee untuk para distributor atau toko ritel.

Strategi kedua adalah menghemat biaya produksi lewat perhitungan siklus peredaran sebuah produk. Menurut Barra, bahwa sebuah produk biasanya beredar di pasaran selama 18-24 bulan, dan selama masa tersebut, sebuah produk akan mengalami penurunan harga sebanyak 3-4 kali.

Barra menjelaskan, bahwa siklus peredaran sebuah produk sangat penting dalam strategi bisnis yang dijalankan Xiaomi. Karena semakin lama sebuah produk beredar, maka Xiaomi bisa mendapatkan harga komponen yang jauh lebih murah dari para supplier.

Nah, akumulasi dari penurunan tersebut akan menghasilkan margin keuntungan yang lebih besar bagi Xiaomi. Dengan cara ini, Xiaomi mampu menurunkan harga sebuah produk setelah produk tersebut lama beredar di pasaran.

Barra mencontohkan bagaimana Mi2 dan Mi2s yang pada dasarnya adalah produk yang sama, namun bisa bertahan di pasaran hingga 26 bulan. Contoh lain adalah Redmi 1 yang diluncurkan pada September 2013, dan kemudian diupgrade menjadi Redmi 1s pada pertengahan 2014. Generasi berikutnya, yaitu Redmi 2 baru diumumkan bulan Januari 2015, yaitu 16 bulan setelah peluncuran Redmi pertama.

Namun, Barra mengakui strategi ini memang bisa dijalankan karena dukungan portfolio produk Xiaomi yang masih sedikit. Dia mengatakan, bahwa portofolio Xiaomi yang masih minim memungkinkan mereka dapat mengatur pembiayaan produksi dengan jauh lebih efisien.

Barra juga mengingatkan bahwa meskipun bisnis yang mereka jalankan sangat sederhana, tapi komitmen untuk menjaga sebuah produk bertahan sampai 2-3 tahun bukan hanya dengan memberikan penurunan harga saja, tapi juga komitmen untuk terus memberikan update software dan komponen cadangan kepada para pelanggan.

Masih ada satu lagi strategi bisnis yang dijalankan Xiaomi, yakni mereka memanfaatkan media online dan social media untuk menjalankan semua kampanye produknya. Dengan begitu, Xiaomi hampir sama sekali tak memerlukan budget ekstra.

Selain mengandalkan kampanye via social media, Xiaomi juga melakukan kampanye pemasaran secara ‘word of mouth’ alias dari mulut ke mulut untuk menciptakan hype dan membuat para calon pelanggan mengetahui produk-produk buatan Xiaomi.

Well, kalau Anda masih penasaran ingin tahu lebih banyak tentang strategi Xiaomi, silahkan simak video interview Hugo Barra di bawah ini:




via telsetnews.com


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.