Header Ads

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Ikuti Jejak Line, Kakao Talk Hadirkan ‘Kakao Taxi’

Kakao Talk

Line sepertinya tidak akan menjadi satu-satunya aplikasi pesan yang ikut terjun ke dalam bisnis layanan taksi. Pasalnya, baru-baru ini Daum Kakao – pembuat Kakao Talk juga telah membuat aplikasi mobile serupa yang diberi nama Kakao Taxi. Di sini, Kakao Talk mengundang sopir taksi untuk melamar. 
Secara garis besar, layanan ini sebenarnya tidak berbeda jauh dari apa yang ditawarkan Line. Pun demikian dengan pesaingnya, di mana Kakao Taxi sama-sama mengklaim dirinya sebagai pesaing tangguh untuk Uber.  Satu hal yang pasti, Kakao Taxi akan bisa memanfaatkan basis pengguna aktif bulanan KakaoTalk yang kini diperkirakan mencapai  50 juta.
Tentu saja, itu belum termasuk fakta bahwa Korea Selatan juga berada di antara daftar negara-negara di mana Uber telah mengalami masalah hukum. Bahkan, CEO Travis Kalanick didakwa melanggar undang-undang transportasi lokal, yang berpotensi mengakibatkan hukuman denda atau penjara, dan Seoul telah mengancam untuk melarang perusahaan, meskipun masih beroperasi di kota dan populer di mata sebagian orang, khususnya mereka yang mengalami kesulitan memanggil taksi saat jam sibuk.
Kakao Taxi ingin menarik perhatian orang-orang itu,  tetapi melakukannya dengan hati-hati.  Sebagai langkah awal, Kakao Taxi telah menandatangani perjanjian dengan Organisasi Taksi Seoul, yang mewakili 225 perusahaan taksi, dan pembuat kartu kereta bawah tanah Korea Smart Card Corp, yang sebagian dimiliki oleh pemerintah. Hal ini akan memungkinkan perusahaan melacak lalu lintas di sekitar kota.
Selain itu, seperti dilaporkan Techcrunch, (14/01/2015), perusahaan juga mengatakan pengemudi yang ingin bergabung dengan layanan ini harus mengajukan permohonan untuk evaluasi dan hanya akan mengeluarkan izin jika mereka lulus.
Direncanakan akan diluncurkan pada akhir Maret mendatang, Kakao Taxi  digambarkan  sebagai perusahaan pertama yang berupaya menawarkan koneksi secara online hingga offline. Layanan pemanggil taksi ini mengikuti peluncuran KakaoPay, yang memungkinkan pengguna membayar produk dan layanan e-commerce melalui aplikasi pesan tersebut.
via telsetnews.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.