Header Ads

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Studio game asal Surabaya mendapatkan seed funding dari East Ventures

image
Alkemis Games, developer game baru yang berbasis di ibukota Jawa Timur, Surabaya, mengumumkan bahwa mereka mendapatkan seed funding dengan jumlah yang tidak diungkapkan dari perusahaan VC, East Ventures1. Pendanaan ini menandakan investasi pertama dari East Ventures dalam sebuah perusahaan yang berbasis di Surabaya, dan terjadi sehari sebelum event Game Developers Gathering yang akan diadakan di Jakarta. Founder Alkemis Games, Tedo Salim, merupakan warga asli kelahiran Surabaya namun menghabiskan waktu 20 tahun di luar negeri, yakni Singapura, Australia, dan Amerika Serikat. Tedo mendapat gelar sarjana di bidang entertainment technology dari Nanyang Polytechnic di Singapura dan gelar master di bidang serupa dari Carniege Mellon University di Pennsylvania.
.
Dari tahun 2009 hingga 2012, Tedo bekerja sebagai game engineer di Schell Games di Pittsburgh sebelum bergabung dengan GREE International di San Francisco sebagai software engineer. Bulan Agustus lalu, ia kembali ke Indonesia untuk mengasah keahliannya dengan bekerja di industri game yang sedang bergairah di tanah air. Investasi terbaru yang dikucurkan oleh East Ventures dapat menstimulasi lebih banyak investor di Jakarta untuk melirik lahan bisnis startup di Surabaya. Meski menjadi kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya belum menjadi lahan basah bagi startup teknologi atau investasi dari para VC. Malahan, kota lain seperti Malang, Bandung, dan Yogyakarta menunjukkan geliat lebih aktif, terutama dengan banyaknya studio dan digital valley yang dapat bertahan tanpa sokongan dari pusat bisnis di Jakarta.
.
Alkemis memang belum meluncurkan game, namun dengan alasan yang bagus. “Kami fokus pada game mid-core freemium, bidang yang belum disentuh developer game manapun di Indonesia,” jelas Tedo. “Hal tersebut berarti bahwa game kami sedikit lebih kompleks dan lebih menantang dibandingkan game arcade kasual lainnya. Beberapa contoh game menarik yang menjadi pesaing kami seperti Clash of Clans atau Brave Frontier.”
.
image
Berdasarkan Tedo, untuk membuat sebuah game dengan 11 anggota tim lainnya, waktu produksi dapat mencapai antara enam bulan hingga setahun. Untuk game casual, puzzle, atau game bergaya arcade, ia menambahkan, waktu penyelesaiannya akan lebih singkat.
.
Game mid-core untuk mobile. Alkemis Games akan secara eksklusif membuat game untuk perangkat mobile.
.
Tedo mengatakan sangat penting untuk mengetahui perbedaan antara game mid-core untuk PC dan juga mobile. Makna ‘mid-core’ digunakan untuk mengkategorikan tipe gamer tertentu. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh firma analisis pasar game Newzoo, gamer mid-core merupakan pemain yang menginginkan pengalaman lebih mendalam dibandingkan sekedar bermain game casual seperti Angry Birds atau Candy Crush, namun tidak seberat pengalaman ketika bermain game ‘hard-core’ seperti War of Nations atau Game of War. “Meskipun studio kami berada di Indonesia, pasar utama Alkemis berada di Amerika Serikat, negara dimana saya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan,” tutup Tedo.
................
sumber: id.techinasia.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.