Header Ads

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

China punya hari khusus jomblo, Indonesia perlukah?

Kata 'jomblo' sudah sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia khususnya anak muda. Kata ini berarti 'tak punya pacar' atau dalam bahasa Inggris di kenal dengan 'single'.

Jomblo tak berarti selamanya sendirian dan tidak bahagia. Bahkan di China ada hari yang dinamakan Hari Jomblo bagi mereka yang tidak punya pasangan.

Guanggun Jie atau Hari Jomblo di China di rayakan setiap 11 November. Di Hari Jomblo, para muda-mudi China akan merayakan kehidupan lajang mereka dengan bertemu orang baru dan mencoba peruntungan untuk mendapat jodoh.

Awal mulanya Hari Jomblo ini ada lantaran banyak sekali pemuda China yang belum memiliki pasangan. Pada tahun 90'an, berbagai universitas di Nanjing, China mulai merayakan Hari Jomblo itu, dan hingga kini masih sering diperingati.

Populasi jomblo di Indonesia sendiri cukup banyak juga. Sampai ada juga yang buat buku tentang Jomblo, salah satunya Gus Mul. Karena banyak jomblo ini, perlukah Indonesia membuat Hari Jomblo seperti di China?

Dari beberapa narasumber yang ditanya tim merdeka.com, semua menjawab tidak perlu. Alasannya beragam, dari gengsi hingga tidak penting.

"Hari jomblo? Rasanya enggak perlu deh. Gengsi loh," ujar Vina Setyawati, salah satu staf pengajar sebuah universitas swasta di Jakarta.

"Tidak perlu ada hari jomblo. Karena di sini (Indonesia) itu kebanyakan orang awam, jomblo di zaman dulu sebenarnya enggak boleh disebut karena bakalan jadi jomblo selamanya, alias enggak dapat jodoh," ungkap Heni Kusumawardani, seorang warga Bekasi. Heni juga mengatakan, jika si jomblo tahu ada Hari Jomblo di Indonesia, nanti dia malah akan jadi semakin rendah diri.

Ada juga yang berpikiran sedikit negatif tentang hari jomblo. Puput, yang juga salah satu warga Bekasi mengatakan Hari Jomblo malah akan membuat keributan.


"Hari Jomblo nanti malah buat keributan. Kan kalo ada cewek jomblo yang kece diperebutin sama beberapa cowok jomblo, terus nanti malah jadi bacok-bacokan. Yah tahu sendiri ya orang-orang di Indonesia itu seperti apa?" Kata Puput, Minggu (21/12).

Yang lain berkata jomblo-jomblo di Indonesia sudah punya komunitas sendiri dan kebanyakan dari mereka kreatif, kata Yoana, yang tinggal di daerah Harapan Indah. Dia sampai punya perbedaan antara jomblo dan single.

"Jomblo dan single itu berbeda. Saya single bukan jomblo. Kalo single itu pilihan kalau jomblo itu takdir. Makanya saya enggak setuju kalau ada Hari Jomblo di Indonesia, enggak penting ah," ujarnya.

Kalau menurut anda, apakah perlu ada Hari Jomblo di Indonesia?


Sumber : www.dream.co.id

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.